Rabu, 26 Oktober 2011

penyakit yang sama, dokter yang berbeda


Oktober 2010
Aku mencoba untuk melakukan second opinion, mendatangi klinik yang sama tapi dokter yang berbeda. mungkin saja, dokter kandungan wanita itu tidak becus atau apa. Jadi aku memutuskan untuk ke dokter lagi kala menstruasiku mengalami kekacauan kembali.

tidak banyak, yah dokter kandungan itu laki-laki, untuk pertama kalinya aku merasa malu karena dia bukan sesama muhrim. takut kalau...kalau dosa, tapi kukembalikan lagi pada niatku untuk mencari penyakitku.

"Apa keluhanmu? berdasarkan referensi di sini kamu sering terkena dismenore, betul?"
"Betul, Dok."
"Lalu sekarang ada masalah apalagi?"
"Saya nggak haid lagi, Dok."
"Sudah berapa lama?"
"Dua minggu,"
"Baiklah, silahkan saya USG dulu."


ditelusurinya kulit mulus itu dan detak jantungku semakin cepat tatkala dokter berkata, 
"Baik-baik aja, kok."
"Ya? #_# baik? saya merasa tidak baik tapi, Dok."
"Baik kok,"
"Benar, nggak ada kista Dok?"


alhasil, hasil nihil, dan dokter meresepkan obat penghilang sakit, MEFINAL, dan primolut lagi. lageee..lageee lageee gellloooo...


sebelum selesai konsultassi, dokter berkata, "Cepatlah menikah, agar kamu bisa hamil dan tidak mengalami kram haid."
"Jadi kalo menikah, nanti ga sakit lagi kenapa?" tanyaku polos.
"Kan hamil,"
"Jadi kalo hamil nggak sakit?"
"Ya iya! kan nggak mens?"
 dokternya ketawa buruk rupa, uuuuufhttt...., nggak melihat kalo aku lagi kepikiran benar-benar.
"Bener nanti setelah hamil ga sakit, terus melahirkan. kalo udah melahirkan terus sakit lagi gimana?"
tanyaku membuat dokter itu berhenti sejenak.
dengan santainya ia berkata, "YA HAMIL LAGI LAH...!"
dokter sintingggg!!!!


tidak...!!!! spechless...

0 komentar:

Posting Komentar

komen disini ya!